Tidak Semua Pengangguran Bisa Mendapatkan Kartu Pra Kerja

Sebagian dari kamu tentunya sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata ‘Kartu Pra Kerja’. Mengapa? Karena sejak awal kemunculan isu terkait rencana pembuatan program ini, banyak masyarakat yang salah dalam memahami maksud dan tujuan dari Kartu Pra Kerja yang sesungguhnya. Hal ini menciptakan masyarakat Indonesia terbagi menjadi dua pihak, yaitu pihak yang pro dan pihak yang kontra.

Sebagai salah satu program baru yang akan segera diluncurkan, pada awal kemunculan Kartu Pra Kerja dapat menarik banyak perhatian masyarakat. Mengapa? Karena bagi kebanyakan masyarakat Indonesia menganggap bahwa Kartu Pra Kerja sebagai program baru yang digunakan untuk menggaji para pengangguran.

Asumsi ini pun cepat menyebar dan meluas, yang pada akhirnya membuat sebagian masyarakat merasa tidak setuju dengan program Kartu Pra Kerja ini. Bagi masyarakat yang tidak setuju, mereka beranggapan bahwa hal ini tidak adil apabila pemerintah harus menggaji para pengangguran. Ditambah lagi negara akan mengalami kerugian untuk menggaji para pengangguran. Mengingat Indonesia sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk yang terbilang padat. Tentunya tidak sedikit biaya yang akan dikeluarkan negara untuk program Kartu Pra Kerja.

Akan tetapi apabila ditelusuri lebih jauh, asumsi yang dimiliki oleh kebanyakan masyarakat bisa dikatakan salah. Karena yang benar adalah tidak semua pengangguran bisa mendapatkan Kartu Pra Kerja. Melainkan hanya orang-orang yang telah memenuhi kualifikasi yang ditentukan oleh pemerintah.

Mengapa tidak semua pengangguran bisa mendapatkan Kartu Pra Kerja? Karena hal ini berpengaruh terhadap efektivitas bagi keberhasilan sebuah program. Diberlakukannya regulasi dan kualifikasi yang dimiliki oleh pemerintah terkait dengan siapa saja masyarakat Indonesia yang berhak untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja, bertujuan agar program berjalan dengan tepat sasaran.

Ketika orang-orang yang mendapat Kartu Pra Kerja sudah sesuai dengan sasaran yang tepat, maka tujuan dari program ini pun dapat berjalan dengan baik. Dengan begitu, diharapkan dengan adanya program baru ini dapat mengurangi tingginya tingkat pengangguran di Indonesia.

Tentunya sebagian dari kamu akan bertanya mengapa pemerintah sangat fokus dalam merencanakan program ini? Jawabannya adalah karena tingginya tingkat pengangguran sebuah negara akan mempengaruhi daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) di negara tersebut. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap citra dan reputasi dari sebuah negara.

Sebuah negara tentunya tidak dapat bertahan sendiri, melainkan harus aktif dalam menjalin kerjasama dengan negara lain. Tujuannya adalah agar dapat menghasilkan hubungan yang saling menguntungkan. Selain itu, menjalin kerjasama dengan negara lain akan mendukung kemajuan suatu negara.

Nah, apabila dipikir secara logika pastinya sebelum menjalin kerjasama antar negara, tentunya banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh masing-masing  negara tersebut. Salah satu hal penting yang biasa dijadikan sebagai pertimbangan besar adalah tingkat daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) di negara tersebut. Semakin tinggi tingkat daya saing yang dimiliki, maka peluang untuk menjalin kerjasama dengan negara lain akan menjadi lebih mudah.

Untuk itu, agar dapat memudahkan Indonesia dalam menjalin hubungan kerjasama dengan negara lain, maka pemerintah Indonesia harus dapat mengurangi tingginya tingkat pengangguran dan mengembangkan daya saing Sumber Daya Manusia di Indonesia. Hal ini membuat permasalahan terkait pengangguran telah menjadi fokus pemerintah untuk segera diselesaikan. Oleh karena itu, dengan adanya Kartu Pra Kerja diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan ini.

Selanjutnya, bagi kamu yang ingin mengetahui informasi lebih terkait denga Kartu Pra Kerja, kamu bisa membacanya melalui artikel berikut ini: https://www.cekaja.com/info/mengenal-kartu-pra-kerja-janji-baru-joko-widodo/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *